Dec 232014
 

Harian Umum Suara Karya, Senin 22 Desember 2014

Berita Suara KaryaPolitisi Partai Golkar Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto ikut meramaikan bursa pemilihan ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI). Bahkan Titiek Soeharto yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, merasa bangga bisa bersaing dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi putri Presiden ke-2 Pak Harto ini ikut dalam bursa calon ketua PMI, wartawan Suara Karya Tri Handayani mewawancarai Titiek Soeharto saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (20/12)

Apa yang memotivasi Anda ikut dalam pemilihan Ketua Umum PMI?

PMI ini adalah organisasi kemanusiaan terbesar di Indonesia, manfaatnya telah dirasakan begitu besar bagi masyarakat. Dengan pengalaman yang ada dalam mengurus yayasan-yayasan sosial, saya ingin mengabdi dalam lingkup yang lebih besar lagi yaitu sebagai Ketua Umum PMI. Di samping itu saya ingin memperjuangkan UU Kepalangmerahan yang sampai sekarang masih terkatung-katung.

Sebagai orang yang menjunjung tinggi tatakrama, apakah anda sempat berkomunikasi dengan Pak JK sebelum maju sebagai Calon Ketua Umum PMI?

Sebenarnya saya sudah beberapa kali minta waktu kepada Pak JK untuk kulonuwun (minta ijin maju), tapi tidak pernah mendapat kesempatan.

Saya mendengar dalam beberapa kesempatan, Pak JK menyatakan tidak mau maju lagi, karena sebagai Wapres tentunya tidak punya banyak waktu dan kalau berkunjung ke daerah-daerah malah akan merepotkan PMI.

Oleh karena itu saya ikut maju pencalonan dan melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Ternyata seminggu sebelum Munas Pak JK menyatakan akan maju, lha saya kan tidak bisa mundur lagi.

Apa tanggapan Anda atas terpilihnya Pak JK dan masukan-masukan apa yang akan anda sampaikan?

Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Pak JK semoga PMI akan bisa lebih baik lagi. Agar UU Kepalangmerahan menjadi prioritas utama mengingat besarnya kontribusi PMI sebagai organisasi kemanusiaan. kemudian agar organisasi PMI dapat dikelola lebih transparan lagi.

Sepertinya Anda Kecewa?

Saya tegaskan, saya tidak pernah kecewa. Saya hanya menyayangkan bahwa Pak JK tidak konsisten. Beliau mengatakan tidak mau maju tetapi tetap maju. Beliau mengatakan hanya mau terus maju kalau aklamasi, artinya hanya ada satu calon. Tetapi setelah penjaringan saya lolos, artinya ada dua calon, beliau masih tetap ingin maju.

Tapi apapun beliau sudah terpilih sebagai Ketua Umum PMI yang baru (Pak JK 246 suara, TS 170 suara) sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Pak JK. Saya tidak sedih dan saya tidak merasa kalah, saya punya 170 orang pendukung murni dan setia kepada saya. Dan terlebih lagi saya bangga bisa bersaing dengan Pak JK.

Ke depan, apakah Anda tetap melanjutkan kegiatan sosial yang selama ini dijalankan?

Ya tentu dong, tetap dilanjutkan. Masih banyak kegiatan, ada di Yayasan Supersemar, ada juga di Persatuan Panahan Indonesia dan beberapa organisasi sosial lainnya.

Berkaitan dengan aktivitas kegiatan sosial tersebut tidak mengganggu pekerjaan Anda sebagai wakil rakyat?

Insya Allah tidak mengganggu pekerjaan saya sebagai wakil rakyat di DPR

***

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

  2 Responses to “Titiek Soeharto: “Saya Bangga Bisa Bersaing dengan Pak JK””

  1. Assalamualaikum Wr. Wb

    Yth Ibu Titiek :

    Semoga Ibu selalu dalam keadaan sehat, Aamiin. Sangat haru dan bangga melihat sosok Ibu, perempuan hebat, anak Presiden ke -2 Indonesia.

    Perkenalkan saya Jumiarti Agus, Ibu 3 anak, berdomisili di Kobe, Jepang. Saya tamatan Tokyo Institute of Technology, program doktor 2006. Usai tamat dari TIT saya dan kolega mendirikan ACIKITA. Saat ini saya sebagai ketua Internasional, ACIKITA (Aku Cinta Indonesia Kita Sejahtera).

    Saya menghubungi Ibu Titiek, setelah beberapa waktu terhubung dengan Kak Anaway, via teman di Belgia. Kami sedang bergiat mendirikan mesjid di Kobe, tempat orang Indonesia berkumpul, beribadah dan mencharger diri serta merumuskan perjuangan untuk memajukan Indonesia.

    Mempelajari rahasia kemajuan Bangsa Jepang, yang berakar dari sistem pendidikan, maka kami punya impian besar untuk mencoba menerapkannya di Indonesia. Saat ini sudah ada dua titik yaitu di Jakarta di Cibubur dan di Padang, kami sudah mulai dari pendidikan dini dasar yang berfokus pada pembentukan pribadi, dan moral anak sejak dini. Kami sungguh sangat sedih melihat kondisi bangsa kita kini. Indonesia benar benar negara kaya raya, tapi kini rakyat miskin makin banyak, kondisi pemerintahan yang membuat resah masyarakat, hingga kami yang tinggal jauh di Indonesia terusik dengan beragam keputusan, prilaku pejabat pemerintah RI kita.

    Menurut hemat kami, bangsa besar kita harus bergegas untuk memperbaiki sistem pendidkan kita. Kami sudah meneliti bagaimana sebenarnya sistem pendidikan yang harus kita terapkan, untuk memutus karakter jelk yang terjadi di Indonesia kita. Banyak korupsi, kebohongan, dsbnya yang tidak sesuai dengan kondisi di mana masyakarat Indonesia mayoritas muslim.

    Tentunya untuk menerapkan hal di atas tidak gampang, perlu kerjasama banyak pihak, saat ini kami mencoba untuk berjuang dari mesjid, merangkul teman teman yang seiman dan sebangsa, untuk bekerjasama dalam program yang kami susun. Dan mereka yang bergiat di Indonesia di support ntuk datang ke Jepang, studi di universitas di Jepang, bisa belajar bagaimana sebenarnya bangsa Jepang menerapkan sistem edukasi yang baik. Andaikan mereka tamat, mereka yang akan menjadi guru dan pendidik di sekolah sekolah yang akan didirikan. Impian kami di seluruh Indonesia akan dimulai dari pendidikan dini dan dasar, yang berfokus pada pembentukan moral anak didik.

    Karena Ibu Titiek ada di DPR, kiranya melalui Ibu niat baik ini saya sampaikan. Karena kami bukan oang yang terhubung dengan orang orang penting dan punya banyak jaringan di negeri ini.

    Semoga Ibu Titiek merespon baik surat saya ini. Demi kemajuan Indonesia kita butuh untuk saling bahu membahu. Hal itu yang membuat saya berani menghubungi Ibu.

    InsyaAllah saya pulang setiap tahun ke Indonesia dalam jadwal Seminar Akbar tahunan. Tahun ini akan digelar Seminar di 16 kota, dan juga akan kami adakan International Conference on Science and Technology (AICST), kegiatan ini dihadiri oleh pakar mreka professor di berbagai perguruan tinggi di Jepang. Semoga Ibu Titiek punya waktu, saya ingin berjumpa dan berdiskusi hal serius dengan Ibu. Para Prof tersebut sangat support kegiatan kami. Terimakasih Ibu, salam sayang dari negeri Sakura.

    Wassalam
    Jumiarti Agus
    Kobe, Jepang
    :81-80-3333-1327.

  2. Lho piyeee toh Pak JK . . . ??
    Ora konsisten, bikin malu Urang Bugis . . .

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)