Jun 132017
 

Titik Soeharto (dua kanan) membagikan paket sembako kepada warga di aula Kantor DPD Partai Golkar Kulonprogo.(Foto: Asrul S)

WATES,KRJOGJA.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Siti Hediati Soeharto SE mendorong pemerintah segera menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Ikan Internasional Tanjung Adikarto di muara Sungai Serang Desa Karangwuni Kecamatan Wates. Penyelesaian pembangunan pelabuhan yang digadang-gadang akan menjadi pelabuhan terbesar di kawasan pantai selatan DIY tersebut saat ini terkesan mangkrak.

“Saya bersama komisi IV sudah sempat berkunjung ke sana (Pelabuhan Tanjung Adikarto-Red.) Waktu itu proses pembangunanya sudah mencapai 60 persen. Tapi memang sempat terhenti karena katanya bukan kewenangan Kementerian Kelautan Perikanan melainkan Kementerian Pekerjaan Umum. Terkesan saling lempar kewenganan. Perkembangan pembangunannya akan kami pertanyakan lagi di pusat,” kata wanita yang akrab disapa Titiek Soeharto usai pembagian paket sembako kepada warga di Kantor DPD Partai Golkar Kulonprogo, Minggu (11/06/2017).

Acara dihadiri Ketua DPD Partai Golkar setempat Drs Suharto, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DIY Sukarman serta hampir seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kulonprogo.

Titiek Soeharto mengaku prihatin kalau sampai pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto mangkrak dan tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan. Apalagi sejumlah gedung fasilitas pelabuhan sudah selesai dibangun dengan anggaran yang sangat besar. Terlebih apabila sejumlah fasilitas itu sampai rusak.

“Memang ada pengurangan anggaran sehingga mengakibatkan pembangunan mundur atau terhenti. Tapi itu mestinya tidak jadi alasan. Karena pemerintah tentunya bisa memilah proyek pembangunan mana yang harus diprioritaskan penyelesaiannya,” tegas putri Presiden kedua tersebut.

Seperti diketahui Pelabuhan Ikan Internasional Tanjung Adikarto yang berdekatan dengan calon lokasi bandara baru dibangun sejak 2004 silam. Tapi sampai saat ini, infrastruktur tersebut belum juga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para nelayan. Karena belum bisa untuk bersandar kapal yang berkafasitas 30 grosston. Salah satu fasilitas yang belum berfungsi secara maksimal adalah bangunan pemecah ombak sehingga membuat terjadinya penumpukan sedimen pasir. Hal itu membuat kapal tidak bisa berlabuh.

Perkembangan terakhir pemerintah menyatakan akan melanjutkan pembangunan pelabuhan tersebut pada 2018 mendatang dengan menambah panjang bangunan pemecah ombak.(Rul)

Sumber: http://krjogja.com/web/news/read/35269/Titiek_Soeharto_Pembangunan_Pelabuhan_Tanjung_Adikarto_Terkesan_Lamban

Admin

. Follow Admin on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

  One Response to “Titiek Soeharto: Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto Terkesan Lamban”

  1. Membangun pelabuhan spt pelabuhan adi karto sebenarnya mudah cuma karena banyak permainan jadi njelimet ,,,
    Pengalaman pribadi waktu di pelabuhan disnav tj priuk harusnya setahun kelar di jadikan 5 paket berarti 5 thn Baru kelar ternyata tahun ke dua ada permainan itu yg akhirnya ga jelas sampe sekarang

    Di jamin pelabuhan adi karto bisa rampung setahun asal tidak ada permainan

    terlebih p jawa tidak seperti Indonesia timur yg ombaknya diakhir tahun mencapai 4 m

    Kawan yg bersama di pelabuhan disnav terakhir membangun pelabuhan kapal selam tni al

    Tidak perlu kami berdua yg turun mengerjakan pelabuhan adi karto khan ??

    Proyek di jogja dikerjakan orang jogja pemerataan kesempatan

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)