Jun 122017
 

KULONPROGO — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto SE atau akrab disapa Titiek Soeharto mendorong pihak terkait agar segera menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo. Pasalnya sampai saat ini, proses pembangunan pelabuhan yang digadang-gadang akan menjadi pelabuhan terbesar di kawasan pantai selatan DIY itu terkesan mangkrak.  

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto SE atau akrab disapa Titiek Soeharto

Hal itu diungkapkan Titiek Soeharto saat ditanya wartawan seusai acara pembagian paket sembako kepada warga masyarakat di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kulonprogo, Minggu (11/06/2017) siang.

Titiek Soeharto sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sendiri mengaku sempat meninjau pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo beberapa tahun lalu. Pada saat itu proses pembangunan telah mencapai 60 persen. Sayangnya selama bertahun-tahun, proses pembangunan pelabuhan tersebut terhenti. Sehingga sejumlah fasilitas bangunan yang telah dibangun senilai kurang lebih Rp450 milyar terbengkalai.

“Saya bersama komisi IV sudah sempat berkunjung ke sana. Saat itu proses pembangunan sudah mencapai 60 persen. Namun memang sempat terhenti karena katanya bukan kewenangan Kementerian Kelautan Perikanan namun Kementerian PU. Seperti ada saling lempar kewenganan. Ini yang kita pertanyakan,” ujarnya.

Titiek sendiri mengaku sangat menyayangkan apabila Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo itu sampai mangkrak dan tidak termanfaatkan. Padahal sejumlah gedung fasilitas pelabuhan sudah selesai dibangun dengan anggaran yang sangat besar. Terlebih apabila sejumlah fasilitas itu sampai rusak.

“Kalaupun ada pengurangan anggaran, sehingga mengakibatkan pembangunan mundur atau terhenti, itu mestinya tidak jadi alasan. Karena mestinya harus dipilah mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu, ” katanya.

Titiek Soeharto saat acara pembagian paket sembako

Sebagai informasi pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo sejak tahun 2004 di dusun Karangwuni, Wates, Kulonprogo yang tak jauh dari lokasi bandara baru. Namun hingga saat ini, pelabuhan itu belum bisa dimanfaatkan.

Salah satunya disebabkan belum maksimalnya fungsi fasilitas pemecah ombak sehingga membuat terjadinya penumpukan sedimen. Penumpukan sedimen pasir itulah yang membuat kapal tidak bisa berlabuh di pelabuhan. Terakhir, pihak pemerintah sendiri menyatakan akan melanjutkan pembangunan pelabuhan tersebut pada 2018 mendatang.

Sumber: http://www.cendananews.com/2017/06/titiek-soeharto-dorong-penyelesaian.html?m=0

Admin1 MCN

. Follow Admin1 MCN on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)