Nov 292014
 

Kecewa Pernyataan Menko Polhukam

Titiek Soeharto Curhat Sedih Lihat Golkar Terpecah Belah

Kamis, 27 Nopember 2014 20:48 WIB, Editor: D Irianto

Lensa

(Foto: dok.titieksoeharto) Titiek Soeharto pewaris dinasti Soeharto satu-satunya yang menjadi wakil rakyat di Senayan pada pemerintahan era reformasi ini.

LENSAINDONESIA.COM: Politisi Golkar Siti Hediati Hariyadi mengungkapkan perasaan sedihnya menghadapi realitas Golkar belakangan terpecah belah. Apalagi, juga diwarnai kerusuhan antar massa pendukung kader.

“Sedih kenapa kita begitu. Selama ini hajatan bersama-sama. Kenapa terjadi kejadian ini, kenapa terjadi di markas Golkar,” kata Titiek Soeharto, panggilan akrabnya.

Baca juga: Ridwan Hisjam yakin ARB menang aklamasi di Munas Golkar dan Idrus Marham sebut Golkar `acuhkan` nasehat Akbar Tandjung

Walau begitu, Titiek mengakui, ini dinamika politik, seluruh partai juga terjadi. “Ini pelajaran untuk kita semua,” kata puteri Presiden RI ke-2 Soeharto ini.

Anggota DPR RI dari fraksi Golkar untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah ini juga, menyayangkan pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno yang minta untuk mengkaji ulang pemberian izin pelaksanaan Munas Golkar yang akan diadakan di Bali.

“Itu intervensi, kalau mau bijaksana, ya diamankan. Ini kan hajatan kita. Sebagai Menko, amankan aja. Bukan melarang. Kalau kita buat hajatan kan sesuai perintah putusan Rapimnas, masa dihalangin. Ya kan beri bantuan pengamanan saja,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung menegaskan dengan konflik yang terjadi sekarang akan mengganggu solidnya Golkar terutama menyambut persiapan Pemilu serentak 2019.

“Soliditas itu sangat dibutuhkan. Penting untuk Golkar dalam agenda organisasi maupun politik yang bermuara pada Pilpres 2019,” tuturnya.

Akbar juga mengkhawatirkan terjadi perpecahan di Partai Golkar. Dia tidak mau sampai ada kepengurusan ganda atau tandingan di Partai Golkar. Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, dia pun berusaha mendukung misi Aburizal Bakrie.

“Saya tidak ikhlas kalau Golkar terjadi perpecahan. Saya ingin betul Golkar raih kembali posisi terhormat dan posisi yang diapresiasi,” lanjutnya.

Meski demikian, dirinya menepis dugaan adanya orang luar yang terlibat dalam kisruh Partai Golkar belakangan ini. Dia memastikan konflik yang terjadi murni terjadi dari dalam.

“Konflik ini terjadi (hanya melibatkan) orang-orang partai yang saya kenal. Dan saya yakin mereka-mereka ini tidak akan khianati partai,” pungkasnya. @endang

Sumber: http://www.lensaindonesia.com/2014/11/27/titiek-soeharto-curhat-sedih-lihat-golkar-terpecah-belah.html

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)