Jul 032017
 

Titiek Soeharto panen raya bawang merah di Bantul. -Foto: Jatmika

YOGYAKARTA — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Haryadi, Titiek Soeharto, melakukan panen raya bawang merah di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Selasa (20/6/2017) sore. Panen dilakukan bersama jajaran muspika dusun setempat, mulai dari Camat Imogiri, Kepala Dinas Pertanian Bantul, hingga Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY, di lahan seluas kurang lebih 70 hektar.

Terletak di kawasan perbukitan Imogiri, dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, memiliki potensi pertanian, khususnya bawang merah yang luar biasa. Meski tak ada saluran irigasi, warga dusun dengan cerdas memanfaatkan sumber air dari tampungan air hujan dan sumur dalam, untuk mengairi lahan pertanian mereka.

Dengan luas lahan garapan mencapai 70 hektar, dusun ini memiliki sekitar 450 petani bawang merah yang tergabung dalam dua kelompok tani, yakni Sidorukun dan Lestarimulyo. Sebagai binaan produksi benih bawang merah Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP Balitbangtan DIY, Dusun Nawungan mampu menghasilkan produksi bawang merah hingga mencapai 21 ton setiap hektarnya.

“Dulu hampir semua lahan pertanian bawang merah di sini merupakan lahan kering. Lalu, secara bersama-sama kita olah menjadi lahan pertanian bawang merah. Caranya dengan memanfaatkan sumur dalam serta embung-embung tampungan, sebagai sumber pengairan. Baik itu embung yang kita buat sendiri secara swadaya maupun dari bantuan Pemerintah, ” ujar Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo, Juwari.

Menerapkan sejumlah sistem, mulai dari konvensional, semi organik, hingga full organik, para petani bawang merah di dusun ini mampu menghasilkan bawang merah dalam 2 kali siklus tanam. Proses penanaman pun sudah dilakukan secara serentak oleh sebagian besar petani, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dengan prosentasi 60 persen.

“Dalam panen kali ini, sebagian petani sudah mampu memanen bawang merah sistem full organik, tanpa menggunakan pestisida maupun pupuk kimia. Yakni, dengan hasil panen sebanyak 3,2 kg per 25 rumpun atau 18 ton per hektar. Sedangkan untuk sistem semi organik hasilnya lebih bagus, yakni 3,5 kg per 25 rumpun 21 ton per hektar,” jelasnya.

Masa panen yang hampir bersamaan dengan waktu lebaran, dikatakan membuat harga bawang merah sendiri cukup bagus. Satu kilogram bawang merah dari petani dijual dengan harga kisaran Rp22 ribu. Sementara harga untuk bawang merah pilihan dikatakan bisa mencapai Rp25 ribu per kilogramnya.

Titiek Soeharto, berharap, agar Pemerintah baik itu Dinas Pertanian Kabupaten Bantul maupun BPTP Balitbangtan DIY dapat terus melakukan perhatian berupa pembinaan maupun pendampingan pada para petani. Hal itu diperlukan agar produksi bawang merah, khususnya di Dusun Nawungan sebagai komoditas pangan utama dapat terus meningkat.

 

“Program yang dilaksanakan petani Bantul bersama BPTP Yogyakarta ini telah sesuai dengan rencana pembangunan nasional ke depan di bidang holtikultura, sekaligus mewujudkan bawang merah sebagai komoditas unggulan Kabupaten Bantul. Semoga apa yang sudah dilakukan ini mendapatkan hasil memuaskan dan mencapai tujuan yang diinginkan, yakni dalam meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Sumber: http://www.cendananews.com/2017/06/titiek-soeharto-berharap-produksi-bawang-merah-meningkat.html

Admin1 MCN

. Follow Admin1 MCN on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)