Nov 292014
 

Kamis, 27 November 2014 18:42 WITA

Tribun

Ketua PPP Suryadharma Ali, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Capres Prabowo Subianto, Cawapres Hatta Rajasa, dan Sekjen PAN Taufik Kurniawan (kiri ke kanan) saling berpegangan tangan usai menandatangani kesepakatan antar-partai pendukung di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan yang diusung Partai Gerindra tersebut juga didukung oleh PKS, PPP, Golkar, PAN, dan PBB. —TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

POS KUPANG.COM – Politikus Partai Golkar, Titiek Soeharto, menilai pertemuan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, di tengah konflik internal di tubuh partai beringin menjelang Musyawarah Nasional IX Golkar bukanlah intervensi.

“Itu bukan intervensi, melainkan sebagai bentuk solidaritas sesama pengurus Koalisi Merah Putih. Saya pikir itu yang terjadi dalam pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Ical (Aburizal Bakrie) baru-baru ini,” kata Titiek, di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Kamis.

Selain itu, kata Titiek, secara pribadi Prabowo dan Ical sudah berteman sekitar 35 tahun.

Pemilik nama asli Siti Hediati Haryadi itu memastikan tidak ada bantuan yang diberikan oleh Prabowo kepada Ical menjelang Munas IX Golkar.

“Bukan bantuan apa-apa. Ini solidaritas di antara sesama KMP,” ujarnya.

Dia mengemukakan bahwa Partai Golkar, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional memiliki kepentingan terhadap KMP. Karena itu, seluruh pengurusnya berupaya menjaga solidaritas.

“KMP itu terdiri dari partai-partai. Harus tetap utuh, karena kepentingan kita sama yakni sebagai pengawas dan penyeimbang pemerintahan,” katanya.

Menurut pendapat Titiek, pihak yang mengintervensi Munas Partai Golkar justru Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Tedjo Purdijatno. Menurut dia, tidak ada alasan Tedjo meminta Kepolisian Indonesia tidak mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan Munas Golkar di Bali akhir bulan ini.

“Kami hanya memberitahukan, bukan meminta izin untuk menyelenggarakan Munas. Kalau permasalahan keamanan, itu tugas polisi memberi rasa aman kepada masyarakat, bukan malah meminta Polri tidak mengizinkan Munas,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto yang juga merangkap sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/11) malam.

Pertemuan itu mengundang spekulasi bahwa Prabowo hendak melakukan intervensi dengan memberikan dukungan kepada kubu Ical karena pada Selasa (25/11) siang terjadi kericuhan pada rapat pleno di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta.

Di situlah diputuskan bahwa Munas IX akan digelar di Bali pada 30 November sampai 4 Desember 2014. (antara)

 

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2014/11/27/titiek-soeharto-bantah-prabowo-intervensi-golkar

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)