May 282014
 

Negara akeh pepeteng, jalaran kurang sandang pangan lan penguwasa datan darbe watak berbudi bawa leksana, tur ora ana janma kang handana warih, ing kono negara bakal dikuwasani dhemit lan banaspati. Kehidupan negara akan menjadi gelap gulita, apabila kurang sandang kurang pangan dan penguasanya tidak berjiwa besar dan berhati mulia; lagi pula tidak ada orang yang mampu mewujudkan kesejahteraan, di situ negara akan dikuasai oleh dhemit dan banaspati. Darkness befalls a country where food and clothing are in short supplay, the ruler lacks noble mind and generousity, and there is also no man of wisdom; in such a country devils and demons will govern.[1]

 

[1] “Butir-Butir Budaya Jawa”, Kebangsaan (Nationhood) #34. Nasehat HM. Soeharto, Presiden RI kedua kepada putra-putrinya, sebagaimana dikompilasi dalam buku yang berjudul “Butir-Butir Budaya Jawa: Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, Berbudi Bawaleksana, Ngudi Sejatining Becik”. Disajikan untuk perenungan kita bersama.

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)