Jul 032017
 

Titiek Soeharto saat melakukan kegiatan panen raya bawang merah di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul.

YOGYAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto SE atau dikenal juga dengan sapaan Titiek Soeharto menyebut, belum adanya kesinambungan antara jumlah produksi dan ketersediaan barang di pasaran menjadi penyebab utama gejolak harga komoditas bawang merah selama ini. Tingkat produksi bawang merah yang tidak merata sepanjang tahun disebabkan karena tingginya tingkat kegagalan panen mempengaruhi hal tersebut.

“Padahal komoditas bawang merah merupakan salah satu dari 7 komoditas penting, yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan tidak dapat digantikan. Barang merah juga termasuk dalam komoditas pangan utama karena ketersediaannya mampu mempengaruhi laju inflasi dan perekonomian nasional,” ujarnya seusai melakukan panen raya bawang merah di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Selasa (20/6/2017).

Untuk mengatasi sejumlah kendala produksi seperti tingginya risiko kegagalan panen dan masalah hama penyakit, Titiek menilai perlunya perhatian sejumlah hal. Mulai dari pemilihan varietas unggul, pengendalian hama secara efektif dan efisien, drainase yang baik hingga pemeliharaan secara intensif.

“Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk membantu dalam hal transfer teknologi dan pendampingan dalam rangka mengurangi risiko kegagalan panen,” katanya.

Titiek sendiri mengaku mengapresiasi dan mendukung upaya Pemerintah baik pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian Bantul, termasuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) untuk mengembangkan dan mendampingi para petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, dalam meningkatkan produksi bawang merah di Dusun Nawungan. Baik dalam hal peningkatan hasil panen melalui sistem organik maupun produksi benih atau bibit secara mandiri.

“Upaya pengembangan dan pendampingan ini harus terus dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan para petani. Sekaligus juga menarik minat generasi muda untuk ikut mengembangkan dunia pertanian,” katanya.

 

Sumber: http://www.cendananews.com/2017/06/tak-ada-kesinambungan-produksi-dan-kebutuhan-pasar-penyebab-gejolak-harga-bawang-merah.html

Admin1 MCN

. Follow Admin1 MCN on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)