Oct 162013
 

Selain institusi-institusi formal, sebuah bangsa juga didinamisir dan dijaga keberlangsungan peradabannya oleh peran penyangga-penyangga atau penjaga-penjaga kultural, seperti para kyai pimpinan pondok pesantren, pimpinan-pimpinan adat, maupun tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Eksistensi dan kontribusi para penjaga-penjaga kultural ini, saya serap dari ayah (Presiden Soeharto) ketika bersama-sama rakyat memperjuangkan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Saya memahami betul mereka memiliki peran yang tidak kecil bagi bangsa dan negara.

Oleh karena itu para penyangga dan penjaga kultural tidak bisa dan tidak boleh diposisikan hanya sebagai sandaran kepentingan pragmatis, seperti di eksploitasi oleh agenda-agenda politik praktis. Para penyangga dan penjaga kultural harus ditempatkan sebagai teman seiring dalam perjuangan pembangunan bangsa dan secara bersama-sama mengurai kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Atas dasar itulah saya sedapat mungkin berusaha hadir di tengah-tengah penyangga kultural ini, seperti halnya berkunjung ke pimpinan pondok pesantren, untuk menyejiwa dan menemani mereka dalam membangun masyarakat.

Pola hubungan pragmatis-politis harus dihindari dalam memperlakukan para penyangga kultural. Kalangan ini merupakan benteng kultural sekaligus penyemai nasionalisme di tengah-tengah masyarakat. Maka dalam masa lampau, perjuangan bangsa kita merupakan perjuangan rakyat semesta, sebuah penyejiwaan antara pimpinan formal dangan para pemimpin informal untuk secara bahu membahu mempertahankan kemerdekaan dan pembanguna bangsa. Oleh karena itu originalitas atau kemurnian spirit kebangsaan benteng-benteng kultural ini harus tetap di pupuk, dengan memperlakukannya secara bijaksana.

***
Catatan: Foto berkunjung ke pesantren

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)