Oct 162013
 

Kesedian saya ketika diminta sebagai Ketua Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap nasib petani dan rasa keterpanggilan dalam turut serta mewujudkan kedaulatan pangan bagi bangsa Indonesia. Pada saat sekarang bangsa ini masih didera ketergangtungan produk impor dalam penyediaan pangan. Agenda Tinggal Landas yang di perjuangkan Presiden RI Kedua Bapak Soeharto, adalah terwujudnya Indonesia sebagai bangsa mandiri, yaitu memiliki kekuatan industri yang kuat dan di topang oleh pertanian (termasuk usaha kelautan) yang tangguh. Upaya itu hendak diwujukan dalam dua kali Pembangunan Jangka Panjang (PJP), namun terputus akibat krisis moneter, kemudian disusul krisis ekonomi, serta krisis politik tahun 1998. Berdasar master plan tersebut, ketika pembangunan ekonomi Indonesia berada dalam fase tinggal landas, maka cita-cita terwujudnya masyarakat adil dalam kemakmuran serta makmur dalam keadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, akan dapat dengan mudah diwujudkan.

Terwujudnya usaha pertanian yang tangguh terkait erat dengan kebutuhan akan kedaulatan pangan. Ketergantungan kebutuhan pangan terhadap produk luar akan menjadikan kedaulatan sebuah bangsa menjadi rapuh. Catatan sejarah eksistensi bangsa-bangsa menunjukkan bahwa pangan dapat dijadikan sebagai instrumen pengendalian oleh suatu bangsa terhadap bangsa lain. Ketika sebuah bangsa mengalami krisis pangan, maka akan rentan pengendalian bangsa tersebut oleh bangsa-bangsa di luarnya. Oleh karena itu kedaulatan pangan sudah seharusnya menjadi prioritas dalam pembangunan. Indonesia pernah mengalami swasembada beras pada tahun 1984, namun saat ini bangsa kita dihadapkan pada ketergantungan impor atas bahan pangan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Keberhasilan swasembada pada masa lalu diraih dengan penerapan Panca Usaha Tani, yaitu penyediaan irigasi yang baik, penggunaan bibit unggul, penggunaan pupuk, penggunaan obat anti hama secara tepat dan ramah lingkungan, dan cara bertanam yang lebih baik. Kini para petani seringkali dihadapkan pada kelangkaan pupuk, kesulitan mencari bibit unggul, gejolak harga dan bahkan infrastruktur irigasi yang dalam jumlah besar mengalami kerusakan.

Untuk mengurangi beban saudara-saudara kita para petani, langkah saya berusaha mendekatkan para inovator, khususnya peneliti penghasil bibit unggul, dengan para petani. Pertama-tama mengidentivikasi para penemu bibit unggul untuk kemudian hasilnya dipraktekkan kepada petani, seperti di Yogyakarta dan Malang Jawa Timur. Salah satu hasil temuan itu ternyata memiliki produktivitas yang tinggi dan kemudian diberi nama HMS (Harapan Masyarakat Sejahtera). Upaya mendekatkan para inovator dengan petani dan nelayan, khususnya teknologi tepat guna dalam bidang pertanian, peternakan maupun usaha perikanan, harus terus dilakukan. Melalui dukungan hasil-hasil inovasi ini diharapkan para petani mampu menghasilkan hasil usaha tani dengan produktivitas tinggi, produksinya memiliki keuntungan yang memadai secara ekonomi dan secara kolektif mampu berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

***
Catatan: Foto tentang pertanian

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

  One Response to “Pertemukan Inovator dan Petani”

  1. Yth, Mba Siti Hediati Soeharto SE
    di Tempat

    Dengan Hormat,

    Perkenalkan saya ketua kelompok tani Nugraha di desa Dramaga dengan jumlah anggota 80 petani dan total luas lahan garapan 8 hektar. Melalui surat ini saya mohon untuk di bimbing dan di link ke investor dari Mba supaya kegiatan yang di jalankan kelopok tani saya bisa lebih berkembang lagi.

    Kegiatan kami adalah sekarang berkebun palawija di antaranya adalah singkong yang saya olah menjadi kripik singkong. Selain itu saya berkebun jambu kristal, pepaya california dan katuk dengan total luas lahan 1,2 hektar milik sendiri.

    Wassalam,

    Ketua Kelompok Tani Nugraha – Dramaga Kabupaten Bogor

    Azis Aminudin
    087770961999
    085891377900

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)