Mar 202014
 

Tinggal landas merupakan suatu konsepsi pembangunan bangsa Indonesia yang dirintis dan diperjuangkan Presiden RI Ke-2, HM. Soeharto. Merupakan suatu skenario membawa Indonesia sebagai bangsa mandiri dan berdaulat, baik eksistensi kewilayahan (teritori), hankam, ekonomi, hukum, sosial budaya, teknologi maupun politik internasional. Satu level dimana bangsa Indonesia bisa berdiri di atas kemampuannya sendiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimilikinya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Skenario tinggal landas diperjuangkan melalui pendekatan trilogi pembangunan, yaitu stabilitas (keamanan yang stabil), pembangunan di segala bidang dan pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya. Tanpa stabilitas, energi bangsa tidak bisa dialokasikan secara penuh untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Dengan stabilitas yang terjamin, semua potensi besar bangsa kita dengan sendirinya akan tergerak untuk berkontribusi mewujudkan kemakmuran segenap masyarakat. Begitu pula dengan pembangunan, harus dikelola sedemikian rupa untuk mewujukan kedaulatan ekonomi dalam satu struktur pertanian yang tangguh (kedaulatan pangan) dan industri yang kuat (kekuatan teknologi dan SDM). Menjadi kurang bermakna ketika mayoritas pergerakan ekonomi bukan atas kemampuan pengelolaan bangsa sendiri, yang berarti hanya menjadi halaman belakang dominasi percaturan perekonomian internasional.

Pembangunan juga harus merata, baik pelaksanaannya, maupun hasil-hasilnya, untuk bisa di akses dan dinikmati seluruh rakyat. Pembangunan yang hanya menghasilkan kemakmuran ekonomi sejumlah kecil masyarakat tidak sejalan dengan amanat Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Bangsa kita kini masih didera oleh maraknya berbagai instabilitas, oleh konflik-konflik horisontal maupun bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi di masyarakat, rasa aman menjadi barang mahal dan masih harus diperjuangkan agar dapat terwujud. Bangsa kita juga masih dihadapkan pada permasalahan ketahanan pangan, dan masih cukup jauh langkah yang harus di tempuh untuk mencapai level kedaulatan pangan. Begitu pula dengan kemandirian industri, bangsa kita masih menjadi pasar bagi produk-produk teknologi. Kesenjangan antara kelompok kaya dan berpenghasilan rendah juga masih harus dipersempit.

Ketika situasi kebangsaan kita saat ini berada dalam level sebagaimana ilustrasi di atas, maka konsepsi tinggal landas dan pendekatan trilogi pembangunan, bukan hanya relevan, akan tetapi masih di butuhkan. Dulu kita sempat swasembada beras, menjadi regional leader di Asia tenggara, bahkan bisa mengonsolidasi negara-negara Non Blok maupun solidaritas negara-negara berpenduduk muslim (OKI), untuk, setidaknya sejalan atau bahkan mendukung dengan visi pembangunan bangsa kita. Usaha pertanian dan pemenuhan pangan kita berada dalam level memadai. Begitu pula dengan kekuatan industri yang sudah mengarah pada kemandirian industri strategis. Kini level internasional bangsa kita pun masih harus diperjuangkan kembali, yang juga disebabkan oleh pijakan stabilitas, kemandirian usaha pertanian dan industri dalam negeri kita masih banyak memerlukan pembenahan.

Membawa bangsa kita lepas landas merupakan tantangan yang harus kita perjuangkan, agar pembangunan bangsa kita tidak jalan di tempat dan menjadi halaman belakang dalam percaturan internasional, baik secara ekonomi maupun geopolitik. Trilogi pembangunan masih merupakan konsep yang efektif dalam mengantarkan bangsa kita lepas landas.

***

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

  3 Responses to “Perjuangan Tinggal Landas & Trilogi Pembangunan”

  1. Selamat berjuang mbak Titiek, semoga melalui Pemilu 2014 mengawali perjuangan yang akan membawa perubahan Indonesia menjulang tinggi. Raih masa keemasan kembali berawal dari tahun ini. Amin. The best of luck for mbak Titiek !!!

  2. Sudah saatnya di coba..! Mbak Tutut atau Mbak Titik,untuk maju sebagai cawapres dari ARB,yang pasti tambahan dua suara dari kita..Apapun ceritanya dari hasil pileg Golkar kemarin adalah pendukung sejati dari almh Soeharto,walaupun nantinya belum tentu menang…! Istilahnya maju kalah mundur kalah,enggak ada salahnya menguji pendukung Golkar sejati…!

  3. kami masyarakat nelayan Tapanuli tengah SUMUT turut mendoakan dan mendukung perjuangn Ibuk untuk menjadikan Indonesia tinggal landas

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)