Dec 092016
 

300 jenis buah di Kebun Buah Langka Sedayu

Titiek Hediati Soeharto mengapresiasi keberadaan Kebun Buah Langka Sedayu di Dusun Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul, yang telah selama 4 tahun ini membudidayakan lebih dari 300 jenis buah dari berbagai daerah. Tak hanya dari dalam negeri, melainkan juga buah dari luar negeri seperti Amerika Selatan, India, dan banyak lagi.

Titiek Soeharto dalam kunjungan ke Kebun Buah Langka Sedayu di Dusun Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

Titiek Soeharto dalam kunjungan ke Kebun Buah Langka Sedayu di Dusun Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

Ratusan jenis buah berasal dari berbagai negara dibudidayakan di lahan seluas 4.500 meter persegi milik warga Dusun Sundi Kidul, Bonaventura Ardi Nugroho. Dengan pola tanam yang tepat dan penggunaan pupuk organik yang dirancang khusus untuk menumbuhkan buah dengan cepat dan berkualitas, Ardi mampu menanam buah yang selama ini dianggap tak bisa ditanam di iklim tropis seperti buah sawo hitam atau mamey sapote jenis megana asal Mexico, Amerika Selatan.

“Saat ini ada lebih 300 jenis buah yang saya tanam sejak empat tahun ini. Tidak hanya sekadar hobi dan untuk koleksi, namun saya ingin mengetahui apa saja buah dari negara lain yang bisa dibudidayakan di negara kita dan bisa menjadi potensi luar biasa di bidang perkebunan,” ujar Ardi, di sela kunjungan Titik Hediati Soeharto di kebunnya, Kamis (8/12/2016).

Ardi mengatakan, selama empat tahun ini ia sudah menyimpulkan, ada beberapa tanaman buah luar negeri yang terbukti bisa dibudidayakan di Indonesia dan dipastikan bisa menjadi komoditi ekspor yang luar biasa. Beberapa buah asal luar negeri itu di antaranya, sawo atau mamey sapote dari Amerika Selatan, apel dari India dan beberapa jenis kelengkeng.

“Saya berharap dan sudah menjadi misi saya untuk mengembangkan beberapa jenis tanaman buah potensial itu agar bisa dikembangkan petani-petani kita,” katanya.

Titiek Soeharto dan Bonaventura Ardi Nugroho, pengelola ragam jenis buah yang diharapkan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tidak lagi mengandalkan impor.

Titiek Soeharto dan Bonaventura Ardi Nugroho, pengelola ragam jenis buah yang diharapkan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tidak lagi mengandalkan impor.

Titiek Soeharto Prihatin Buah Impor Masih Banyak Dijual di Indonesia

Terhadap potensi yang besar itu, Titiek Soeharto tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Titiek bahkan mengatakan, jika saja Ibu Tien Soeharto masih ada, tentu akan sangat senang sekali melihat keberadaan kebun buah langka di Sedayu ini.

“Ini bisa menjadi miniatur Kebun Buah Mekarsari yang diprakarsai Ibu Tien Soeharto dan saya rasa sebenarnya kita tinggal melanjutkan apa-apa yang baik dari yang telah dimulai sejak Orde Baru,” ujar Titiek.

Lebih jauh, Titiek pun sangat berharap agar potensi tersebut bisa dikembangkan dan dibudidayakan para petani dalam negeri. Terlebih saat ini begitu banyak buah yang dijual di Indonesia merupakan buah impor.

“Sangat memprihatinkan kalau kita melihat buah yang dijual di pinggir-pinggir jalan bahkan sampai ke desa-desa itu adalah buah impor. Ini harus menjadi perhatian dan tugas Pemerintah bersama masyarakat untuk segera meningkatkan kualitas dan produktivitas perkebunan kita seperti buah,” pungkasnya.

Sumber: CendanaNews

Khoiril Anwar

. Follow Khoiril Anwar on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)