Oct 302013
 

Pertengahan Oktober 2013, saya diminta menghadiri Islamic Fashion Festival (IFF) di Malaysia. Kegiatan ini (IFF) sebenarnya telah berlangsung secara rutin dan saya diminta sebagai patron (pembina). Merupakan event atas prakarsa Indonesia dan Malaysia untuk mempromosikan hasil-hasil rancangan busana muslim dari kedua negara kepada masyarakat internasional.

Saya sangat menaruh minat terhadap kegiatan IFF ini, mengingat banyak manfaat yang nantinya bisa kita petik bagi bangsa dan masyarakat kita. Pertama, melalui event-event IFF, kita dapat memperkenalkan hasil rancangan busana muslim desainer-desainer kita ke berbagai manca negara, termasuk negara-negara kawasan Eropa. Terakhir kita promosikan busana muslim hasil rancangan para desainer kita itu di Paris, sebagai pusat mode dunia.

Kedua, dapat mengangkat dan membudayakan busana muslim sebagai salah satu mode yang disukai masyarakat luas. Bukan hanya dipersepsikan sebagai identitas spesifik kelompok, atau golongan tertentu saja. Secara estetik, busana muslim bisa dikemas sebagai style berbusana yang diminati publik luas

Ketiga, dapat menjadi sarana pendorong tumbuhnya industri busana muslim dalam negeri, baik skala industri maupun rumahan, sebagai dampak diterimanya busana muslim oleh khalayak luas, termasuk oleh publik internasional. Tumbuhnya industri busana muslim tanah air, akan semakin terdorong maju jika diiringi dengan munculnya desainer-desainer yang kreatif dan inovatif dalam bidang ini.

Keempat, sebagai sarana pendorong Indonesia untuk tampil sebagai trendsetter fashion busana muslim dunia. Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar, dengan karya-karya busana muslim penuh inovasi, sangat variatif serta bisa diterima dalam trend dunia mode modern. Busana muslim Indonesia mengikuti trend kemoderenan, akan tapi tetap mengacu syarat-syarat baku sebagai busana muslim, tidak monoton, tidak kaku dan tidak terkesan tradisional. Potensi penduduk dan kekayaan visi kreativitas para desainer kita itu merupakan modal yang luar biasa besar untuk menempatkan Indonesia sebagai trendsetter fashion busana muslim dunia.

Kelima, sebagai sarana untuk membangun kebanggaan bangsa, terutama jika para desainer Indonesia mampu menempatkan diri sebagai inspirator mode busana muslim bagi masyarakat muslim internasional.

Penduduk muslim dunia mencapai seperlima penduduk dunia. Tentu merupakan potensi yang amat luar biasa besar, khususnya secara ekonomi, untuk bisa diserap kemanfaatanya oleh bangsa kita, jika mampu menempatkan diri sebagai trendsetter. Sebaliknya, merupakan kerugian besar jika potensi itu tidak coba kita kelola secara tepat, dengan cara yang tepat dan dilakukan secara terus menerus. Kegiatan IFF itu juga merupakan cara yang elegan untuk membuka kesadaran kita bersama, bagaimana mengelola secara cerdas atas potensi yang sebenarnya selama ini kita miliki.

***

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)