May 282014
 

Perang iku tumpraping kawula pancen ora seneng, jalaran mung gawe rugi panggaotane, nanging tumpraping satriya kang tinanggenah nata negara, perang iku malah seneng, luwih-luwit yen perange menang. Perang itu bagi rakyat memang tidak menyenangkan, sebab hanya merugikan nafkah pekerjaannya, tetapi bagi ksatria yang bertugas menjaga negara, adanya perang itu malah menyenangkan, lebih-lebih kalau perangnya itu membawa kemenangan. War is unpleasant to the people as it only disrupts their work, but to a knight in charge of defending his country, war is enjoyable, especially when he wins it.[1]

[1] “Butir-Butir Budaya Jawa”, Kebangsaan (Nationhood) #33. Nasehat HM. Soeharto, Presiden RI kedua kepada putra-putrinya, sebagaimana dikompilasi dalam buku yang berjudul “Butir-Butir Budaya Jawa: Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, Berbudi Bawaleksana, Ngudi Sejatining Becik”. Disajikan untuk perenungan kita bersama.

Titiek Soeharto

Siti Hediati Soeharto SE, putri Presiden RI kedua HM Soeharto, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Follow Titiek Soeharto on : Facebook, Google+, Twitter, linkedin

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)